
Penulis: Srie Candrawati
Geneva, Agustus 2003
Semasa di Annecy dulu, tetangga yang tinggal satu gedung dengan kami tidak terlalu beragam,rata-rata orang perancis atau satu-dua orang asal negara eropa lainnya. Kami satu-satunya warga Asia atau sebutlah warga kulit berwarna. Ini hanya kebetulan saja, jika tinggal digedung lain bisa saja berjumpa penyewa lain yang lebih bervariasi.Di Geneva tentulah sangat bervariasi.
Tetangga dilantai tepat dibawah kami adalah sekelompok pelajar asal RRC, awalnya saya pikir mereka satu keluarga, tetapi lama-lama kami amati yang tinggal disitu barganti-ganti, menurut nama dikotak pos kira-kira ada 6 orang dengan family name berbeda. Kok saya ini “reseh” amat memperhatikan hingga ke kotak pos segala ya? masalahnya, dihari pertama kami menempati apartemen, suami sudah mengomel karena mereka ngobrol dengan suara keras hingga lewat tengah malam. Hari-hari berikutnya mereka sedikit mereda setelah suami “menegur” karena merasa terganggu. Anehnya, kami perhatikan kira-kira mulai pukul11 malam nampaknya mereka sibuk memasak, memang harum masakannya kemana-mana apalagi musim panas begini jendela-jendela semua terbuka hingga wangi masakan bisa tercium. Jika soal ini,suami tidak “protes” malah sibuk mengira-ngira masakan apa yang sedang dimasak. Suatu hari ia berkata “nampaknya mereka sedang masak bakso nih” seraya meminta saya membuatkan bakso keesokan harinya. Saya katakan saja, yang mereka masak itu bakso babi (maaf bagi yang non-muslim), agar suami saya tidak terlalu “ngiler”.
Suatu ketika kami berpapasan dengan rombongan mereka dimalam hari siap dengan bungkusan-bungkusan besar ditangan mereka. Kami baru saja pulang, mereka baru akan pergi. Saya langsung katakan pada suami, jangan-jangan mereka ini karyawan restoran,tidaklah mengherankan jika setiap malam tercium bau masakan & setiap malam mereka membawa bungkusan-bungkusan besar.Di hari-hari tertentu wangi masakan berganti dengan wangi dupa, nampaknya mereka sedang sembahyang. Kadang dari balkon terdengar irama lagu dengan penyanyi berbahasa mandarin.
Lucu juga kami pikir-pikir jika memperhatikan tetangga yang ini.Tetangga-tetangga lain, kebanyakan berasal dari Spanyol, Portugal atau Eropa timur. Ada juga yang asli Swiss, tapi sulit membedakan yang mana. Bahasa dan logat yang kami dengar sehari-hari sangatberagam.
Tetangga dilantai tepat dibawah kami adalah sekelompok pelajar asal RRC, awalnya saya pikir mereka satu keluarga, tetapi lama-lama kami amati yang tinggal disitu barganti-ganti, menurut nama dikotak pos kira-kira ada 6 orang dengan family name berbeda. Kok saya ini “reseh” amat memperhatikan hingga ke kotak pos segala ya? masalahnya, dihari pertama kami menempati apartemen, suami sudah mengomel karena mereka ngobrol dengan suara keras hingga lewat tengah malam. Hari-hari berikutnya mereka sedikit mereda setelah suami “menegur” karena merasa terganggu. Anehnya, kami perhatikan kira-kira mulai pukul11 malam nampaknya mereka sibuk memasak, memang harum masakannya kemana-mana apalagi musim panas begini jendela-jendela semua terbuka hingga wangi masakan bisa tercium. Jika soal ini,suami tidak “protes” malah sibuk mengira-ngira masakan apa yang sedang dimasak. Suatu hari ia berkata “nampaknya mereka sedang masak bakso nih” seraya meminta saya membuatkan bakso keesokan harinya. Saya katakan saja, yang mereka masak itu bakso babi (maaf bagi yang non-muslim), agar suami saya tidak terlalu “ngiler”.
Suatu ketika kami berpapasan dengan rombongan mereka dimalam hari siap dengan bungkusan-bungkusan besar ditangan mereka. Kami baru saja pulang, mereka baru akan pergi. Saya langsung katakan pada suami, jangan-jangan mereka ini karyawan restoran,tidaklah mengherankan jika setiap malam tercium bau masakan & setiap malam mereka membawa bungkusan-bungkusan besar.Di hari-hari tertentu wangi masakan berganti dengan wangi dupa, nampaknya mereka sedang sembahyang. Kadang dari balkon terdengar irama lagu dengan penyanyi berbahasa mandarin.
Lucu juga kami pikir-pikir jika memperhatikan tetangga yang ini.Tetangga-tetangga lain, kebanyakan berasal dari Spanyol, Portugal atau Eropa timur. Ada juga yang asli Swiss, tapi sulit membedakan yang mana. Bahasa dan logat yang kami dengar sehari-hari sangatberagam.
2 comments:
Excellent, love it!
»
Post a Comment