Geneva, Agustus 2003
Semenjak kami tinggal di Geneva bulan April tahun 2003, banyak hal baru yang kami temui disini. Dari mulai yg menyenangkan hingga menyebalkan. Selain cerita tentang sulitnya berburu apartemen, hal lain selanjutnya yang sedikit merepotkan adalan instalasi telepon & kompor. Aneh bukan? apanya yang sulit tinggal colok pasti jalan, mudah saja. Tidak begitu ternyata. Kami harus membeli cukup banyak adaptor supaya alat-alat elektronik kami yang sebagian besar dibawa dari perancis bisa dipakai. Kemudian, masalah kompor. Rata-rata di apartemen orang menggunakan listrik bukan lagi gas, ada juga kompor gas namun belum tentu oleh pemilik gedung diperbolehkan. Saya juga agak khawatir jika memakai kompor gas dalam apartemen, entah mengapa saya rasa agak berbahaya apalagi jika musim dingin & umumnya jendela-jendela tertutup karena tidak ingin udara dingin masuk. Jika gasnya bocor akan berbahaya sekali. Mungkin ini hanya kekhawatiran yang tidak beralasan, tetapi biarlah kali ini kami memilih kompor listrik vitroceramic selain mudah dibersihkan juga modelnya tidak terlalu ketinggalan jaman.
Kendala berikutnya adalah masalah kabel & electrical plug nya. Dimanapun toko yang menjual kompor, mereka tidak mengikut sertakan kabel, menurut mereka ada 2 macam plug berbeda tergantung model mana yang ada digedung apartemen tempat tinggal kami, dan ini urusannya dengan electrician. Jadilah kami harus mencari electrician dulu yang akan memasang plug ditembok, lalu kami harus membeli kabel, barulah kompor bisa dipasang. Ini juga tidak selancar itu perjalanannya. Kami baru bisa mendapat kepastian dan tanggal si tukang listrik datang setelah melalui proses panjang & telepon kesana kemari. Ada yang menganjurkan menghubungi pihak SIG ( PLN nya ), ada yang menyarankan menghubungi teknisi gedung dan sebagainya.
Lalu, soal mesin cuci umum yang berada di basement, juga ada peraturannya sendiri jika ingin menggunakannya. Kunci menuju ruang cuci hanya ada satu, jadi dibutuhkan koordinasi yang baik dari para pemakai dan pemelihara gedung (consièrge). Tiap pemakai diberi jadwal mencuci seminggu sekali. Kebetulan kami dapat jadwal setiap hari selasa antara jam 12 siang hingga 17 sore. Kami akan mendapatkan kunci ruang cuci dalam kotak pos kami sebelum waktu mencuci. Setelah itu kami wajib memasukkan kunci ruang cuci kedalam kotak pos orang yang mendapat giliran mencuci setelah kami. Menggunakan mesin cuci harus pula membeli kartu mencuci seharga 14 SFr. yang bisa dipakai kira-kira 8 kali cuci. Jadi tidak menggunakan koin seperti yang biasa digunakan di mesin umum.
Lama-lama kami terbiasa juga dengan banyaknya peraturan dinegeri ini, dari soal sepele sehari-harinya hingga peraturan yang leih serius lainnya. Hal-hal yang menyenangkan sudah barang tentu seimbang pula banyaknya, seperti senangnya suami saat menemukan gulai kepala ikan di meja makan. Suatu hari saya lihat di supermarket dijual kepala ikan salmon dan “tetelan”nya, saya teringat kegemaran suami makan kepala ikan entah itu digulai atau digoreng, jika makan kepala ikan bisa sampai “bersih” hingga saya sering meledeknya kalau ia berebut makan ikan dengan kucing pastilah kucingnya menangis karena tidak kebagian apa-apa kecuali duri & tulang-tulang.
Musim panas tahun 2003 ini katanya adalah yang terpanas di Eropa sepanjang jaman. Memang betul nampaknya begitu. Siang hari bisa hingga 40°C sedangkan summer biasanya matahari terbenam sekitar pukul 10 malam, jadi malam haripun terasa amat panas, angka termometer tidak turun dari 30°C. Sudah menjadi berita sehari-hari jika terjadi kebakaran hutan baik yang terjadi di perancis atau portugal. Banyak orang-orang tua yang masuk rumah sakit karena tidak tahan panas & banyak pula yang meninggal. Kami amat bersyukur Allah memberi kami kesehatan & ketahanan fisik yang baik selama musim kering ini. Anak kamipun yang baru berusia 20 bulan syukur alhamdulillah tidak pernah sakit, hanya kali ini saat gigi taring atas & bawahnya tumbuh, jadi memang dia agak susah makan. Tetapi saya tetap memberinya asupan-asupan lain yang bergizi dan disukainya. Saya juga tidak pernah absen memberinya minum supaya ia tidak dehidrasi, juga memandikannya lebih dari 3 kali dalam sehari. Alhamdulillah sejauh ini kami bertiga baik-baik saja ditengah musim yang sedang tidak bersahabat ini. Banyak teman mengeluhkan bayinya yang jatuh sakit akibat musim panas yang sangat panas ini.
Suatu malam kami merasa bosan dan kepanasan dalam apartemen, lalu iseng-iseng kami jalan-jalan naik trem sekedar putar-putar kota, Anak kami tentu amat senang karena ia pikir kok “tumben” malam-malam begini tidak disuruh tidur malah diajak jalan-jalan.
Kendala berikutnya adalah masalah kabel & electrical plug nya. Dimanapun toko yang menjual kompor, mereka tidak mengikut sertakan kabel, menurut mereka ada 2 macam plug berbeda tergantung model mana yang ada digedung apartemen tempat tinggal kami, dan ini urusannya dengan electrician. Jadilah kami harus mencari electrician dulu yang akan memasang plug ditembok, lalu kami harus membeli kabel, barulah kompor bisa dipasang. Ini juga tidak selancar itu perjalanannya. Kami baru bisa mendapat kepastian dan tanggal si tukang listrik datang setelah melalui proses panjang & telepon kesana kemari. Ada yang menganjurkan menghubungi pihak SIG ( PLN nya ), ada yang menyarankan menghubungi teknisi gedung dan sebagainya.
Lalu, soal mesin cuci umum yang berada di basement, juga ada peraturannya sendiri jika ingin menggunakannya. Kunci menuju ruang cuci hanya ada satu, jadi dibutuhkan koordinasi yang baik dari para pemakai dan pemelihara gedung (consièrge). Tiap pemakai diberi jadwal mencuci seminggu sekali. Kebetulan kami dapat jadwal setiap hari selasa antara jam 12 siang hingga 17 sore. Kami akan mendapatkan kunci ruang cuci dalam kotak pos kami sebelum waktu mencuci. Setelah itu kami wajib memasukkan kunci ruang cuci kedalam kotak pos orang yang mendapat giliran mencuci setelah kami. Menggunakan mesin cuci harus pula membeli kartu mencuci seharga 14 SFr. yang bisa dipakai kira-kira 8 kali cuci. Jadi tidak menggunakan koin seperti yang biasa digunakan di mesin umum.
Lama-lama kami terbiasa juga dengan banyaknya peraturan dinegeri ini, dari soal sepele sehari-harinya hingga peraturan yang leih serius lainnya. Hal-hal yang menyenangkan sudah barang tentu seimbang pula banyaknya, seperti senangnya suami saat menemukan gulai kepala ikan di meja makan. Suatu hari saya lihat di supermarket dijual kepala ikan salmon dan “tetelan”nya, saya teringat kegemaran suami makan kepala ikan entah itu digulai atau digoreng, jika makan kepala ikan bisa sampai “bersih” hingga saya sering meledeknya kalau ia berebut makan ikan dengan kucing pastilah kucingnya menangis karena tidak kebagian apa-apa kecuali duri & tulang-tulang.
Musim panas tahun 2003 ini katanya adalah yang terpanas di Eropa sepanjang jaman. Memang betul nampaknya begitu. Siang hari bisa hingga 40°C sedangkan summer biasanya matahari terbenam sekitar pukul 10 malam, jadi malam haripun terasa amat panas, angka termometer tidak turun dari 30°C. Sudah menjadi berita sehari-hari jika terjadi kebakaran hutan baik yang terjadi di perancis atau portugal. Banyak orang-orang tua yang masuk rumah sakit karena tidak tahan panas & banyak pula yang meninggal. Kami amat bersyukur Allah memberi kami kesehatan & ketahanan fisik yang baik selama musim kering ini. Anak kamipun yang baru berusia 20 bulan syukur alhamdulillah tidak pernah sakit, hanya kali ini saat gigi taring atas & bawahnya tumbuh, jadi memang dia agak susah makan. Tetapi saya tetap memberinya asupan-asupan lain yang bergizi dan disukainya. Saya juga tidak pernah absen memberinya minum supaya ia tidak dehidrasi, juga memandikannya lebih dari 3 kali dalam sehari. Alhamdulillah sejauh ini kami bertiga baik-baik saja ditengah musim yang sedang tidak bersahabat ini. Banyak teman mengeluhkan bayinya yang jatuh sakit akibat musim panas yang sangat panas ini.
Suatu malam kami merasa bosan dan kepanasan dalam apartemen, lalu iseng-iseng kami jalan-jalan naik trem sekedar putar-putar kota, Anak kami tentu amat senang karena ia pikir kok “tumben” malam-malam begini tidak disuruh tidur malah diajak jalan-jalan.
No comments:
Post a Comment