Penulis: Srie Candrawati
Annecy, Juli 2002
Alangkah langkanya kesempatan kami untuk bertemu teman lama ataupun saudara semenjak kami tinggal di Annecy. Jika ada teman atau saudara yang berkunjung bukan main senangnya hati ini. Rindu sekali rasanya bisa ngobrol dengan bahasa kita, bercanda dan bercerita tentang bermacam hal.Dulu sewaktu kami masih tinggal di Paris, beberapa kali kami bertemu teman-teman yang kebetulan sedang berlibur atau mendapat tugas training dari kantor. Paris memang menjadi pilihan banyak orang, jika ke Perancis tentulah mampir di Paris. Nah, di Annecy ini teman-teman ataupun saudara harus berbulat tekad dan diniati benar jika hendak bertemu kami. Biasanya mereka dari Paris lalu naik kereta api ke Annecy. Tahun 1999 seorang teman sekantor dulu di Jakarta kebetulan tugas training di Paris. Ini juga karena perusahaan tempat saya bekerja dulu itu adalah distributor tunggal salah satu produk mewah dari Perancis. Ada kebijaksanaan dari perusahaan untuk memberi kesempatan para manager atau mereka yang sudah lebih sepuluh tahun bekerja di perusahaan tersebut untuk training di Paris.Walau hanya sempat bertemu sekali, bukan main senangnya. Banyak sekali cerita yang ingin saya dengar tentang teman-teman, juga perkembangan usaha ini di tanah air, yang ternyata makin maju walau negara kita tengah dilanda “krismon” waktu itu. Teman ini berkata kalau di Indonesia banyak kalangan tertentu yang tidak terpengaruh krismon, malah makin jor-joran istilahnya, atau berlomba-lomba memamerkan kekayaannya. Katanya pula, biasanya mereka ini yang punya simpanan dollar amerika. Tidaklah heran, jika makin merosot rupiah kita, mereka justru beruntung.Di lain hari ada teman sekerja suami dulu sewaktu ia di tugaskan di Bangkok berkunjung bersama adik dan ibunya. Di Thailand mereka memang punya usaha ekspor-impor selain juga perusahaan asuransi. Mereka ke Paris untuk menghadiri pameran industri sekalian plesiran dan tidak lupa shoping.Thailand saat itu tidak jauh kondisinya dengan negara kita sehabis dilanda krisis ekonomi, namun keluarga Thailand ini nampaknya tidak terimbas krisis. Buktinya, saya yang kebagian mengantar kesana-sini dan mereka benar-benar niat berbelanja. Bukan main belanjaannya, segala macam butik di kawasan Champs Elysées kami masuki, belanjaannya sarat dengan barang-barang mewah mulai dari tas hingga kriistal!.Tapi yang paling mengesankan ialah kunjungan teman sekantor dulu ke tempat kami di Annecy. Lain dengan suasana Paris yang serba hiruk-pikuk, kota kami lebih cenderung tenang, nyaman dan asri. Cocok untuk berlibur, menenangkan pikiran dan lebih cocok lagi bagi para pensiunan. Sesampainya di kota kami, rekan saya ini langsung bisa merasakan perbedaannya, malah begitu pagi harinya ia pinjam sepeda untuk berkeliling kota.Memang, jika ingin shoping lebih banyak pilihan di kota-kota besar, namun jika ingin melihat keseharian orang perancis ya, disini lebih cocok. Tidak terasa habis sudah satu roll film di kameranya, banyak sekali obyek menarik yang layak di abadikan, mulai dari danau yang di kelilingi pegunungan hingga kota tua yang masih melestarikan château (puri) nya. Rekan ini sempat menginap selama kurang lebih tiga hari di Annecy, ia hanya mengambil cuti sepuluh hari dan hari-hari pertamanya di habiskan di Paris. Menurutnya, baru tiga hari di Paris rasanya sudah bosan, apalagi jika tidak bertemu dengan saya, ia mulai mblenger dengan makanannya. Untung saat bertemu saya, langsung saya ajak makan di china town di Paris. Puaslah dia bisa menghirup kuah bakso lagi. Bagaimanapun juga, lidah kita tetap rindu makanan dari asia, nasi, lauk-pauk dan sambal.Sebetulnya banyak juga teman-teman dari Jakarta yang berkesempatan ke Perancis, namun tidak semuanya sempat kami temui karena berbagai sebab. Misalnya, kunjungannya mendadak, kemudian saya dan suami sudah punya rencana lain. Kecewa juga rasanya, tapi biasanya kami masih sempat bicara di telepon.Herannya, justru sejak anak pertama kami lahir, kami makin sering mendapat kunjungan dari teman-teman dan saudara. Pertama, sepupu saya yang tinggal di San Diego datang dan menginap, ia bersikukuh ingin keliling Eropa selagi masih single katanya. Lalu teman-teman yang dulu kami kenal semasa tinggal di Paris juga berdatangan ke Annecy, tak lupa kakak yang tinggal di Jerman turut menyempatkan diri menjenguk kami bersama suaminya. Wah, alangkah senangnya kami mendapat kunjungan, yang biarpun singkat namun berkesan..
1 comment:
Very nice site! eczema leann rhimes Zoloft overdoes http://www.2001-2-2-chevy-cavalier-wont-stay-running.info/baby_testicles_eczema.html Pictures of atopic dermatitis in dogs lamborghini nitro
Post a Comment