Geneve, 19 Maret 2006.
Perbedaan sistem pendidikan dasar di Perancis dan Swiss sebetulnya tidak banyak, hanya jika anak-anak Perancis mulai masuk sekolah dasar wajib (obligatoire) usia 3 tahun, di Swiss usia 4 tahun. Di Perancis sekolah dasar untuk anak2 usia 3-5 tahun disebut Maternelle (petit-moyen & grand) baru kemudian Primaire. Di Swiss (bagian french speaking canton) anak2 usia 4-5 tahun bersekolah di Ecole enfantine (1 & 2). Jadi, walaupun usia masuk sekolah berbeda 1 tahun, selesai tahap dasar (kanak-kanak) sama saja, karena di Perancis dilalui 3 tahun, di Swiss hanya 2 tahun sebelum masuk Primaire (Primary School).Anak kami, kebetulan lahir bulan November 2001, baru bisa mendaftar tahun ini (2006) yang seharusnya usianya mencapai 4 tahun ditahun lalu (2005). Mengapa? karena ketentuannya, anak2 tahun ajaran 2005-2006 adalah yg sudah berusia 4 tahun paling lambat kelahiran 31 Oktober 2001. Ya, jadi anak kami "lewat" sebulan.. tidak bisa diterima, harus menunggu tahun berikutnya.
Tidak apa, bagi kami sebetulnya yang paling penting adalah kesiapan anak itu sendiri. Kesiapan secara mental dan kebiasaan beraktifitas di institusi lain selain di rumah. Untuk itu, kami sudah mulai membiasakan anak kami, Annisa Francelina, masuk pre-school (Garderie Educative) dekat tempat tinggal kami, sejak tahun ajaran 2004-2005 lalu, 2 kali seminggu pagi hari. Lalu sesuai dengan kesiapannya, ditahun ajaran 2005-2006 menjadi 4 kali seminggu pagi hari. Jam buka garderie "Le Petit Prince" dimana anak kami bersekolah adalah jam 8.30-11.30 pagi saja. Jam tersebut masih bersifat fleksibel, anak bisa masuk sekolah jam 9 pagi dan pulang jam 12 siang, jadi ada 30 menit toleransi.Banyak manfaat yang didapat anak kami selama bersekolah disini. Antara lain, kemandirian, rasa percaya diri, berteman, berbagi, mengikuti aturan (tidak seenaknya sendiri) dan disiplin (contoh, sehabis bermain, membereskan mainannya; sehabis makan, cuci tangan dan mulut dsb). Juga kesempatan merayakan hari-hari perayaan seperti Halloween, Escalade (perayaan khas Genevois) dlsb dimana anak-anak memakai kostum kesekolah, hal yang tidak pernah kami rayakan dirumah.
Di akhir tahun ajaran, biasanya sekitar akhir bulan Juni, garderie Le Petit Prince mengadakan pertunjukan panggung, dimana anak-anak sebagai pemainnya (disamping para pengasuh TK nya juga). Kami, orang tua sebagai penonton. Anak-anak benar-benar bangga berada dipanggung, dan acara ini kemudian terkenang, teringat dan sangat berkesan dihati kami semua.
Bulan Agustus 2006 nanti, anak kami akan mulai bersekolah di Ecole Enfantine, yang letaknya hanya diseberang kompleks apartemen kami. Memang, peraturannya diminta mendaftar disekolah terdekat. Sekolah publik terdekat, maksudnya. Dan sekolah publik disini GRATIS! suami saya terheran-heran saat selesai pendaftaran. Bayangannya, pendaftaran sekolah akan seperti umumnya dijumpai dinegara kami.. riuh rendah, semrawut, pusing (pusing bisa karena: pengapnya udara panas, banyaknya calon orangtua murid yang mendaftarkan anaknya, pusing biaya pendaftaran PLUS biasanya.. uang gedung, POMG dlsb lah...).
Jadi tatkala pendaftaran disini berlangsung, tenang, tertib, dan tidak dipungut biaya apapun... suami saya takjub!... berceritalah dia dengan semangat saat sampai dirumah, bagaimana perbedaan negara maju dan berkembang. Hal-hal penting, seperti sekolah dan pendidikan kan sebaiknya dimudahkan, bukan malah dipersulit. Katanya negara kita ingin "mencerdaskan bangsa".. mulailah dengan mencerdaskan rakyatnya untuk semua lapisan masyarakat pendidikan bermutu dan cuma-cuma.. seperti contohnya dinegara-negara maju.