Thursday, August 18, 2005

Nonante (baca: Nonong)


Penulis/pengarang: Srie Candrawati (Geneve, 29 Mei 2004.)

Ini bukan istilah dari bahasa jawa yang biasa didengar ("bathuke nonong") atau terjemahan bebasnya: jidat agak menonjol sedikit. Nonong disini diambil dari 'nonante' atau 90 kalau orang Swiss romand yang berbicara angka sembilan puluh. Menurut bpbb (bahasa perancis yang baik dan benar) 90 disebut quatre-vingt-dix (baca: katre-vang-dis). Penyebutan angka dalam bahasa perancis memang susah-susah gampang. Susah mungkin, bagi pemula yang baru mau akan belajar bahasa perancis, gampang buat yang sudah terbiasa... walau belum mahir benar.

Sedikit saya coba beri contoh, angka 1 hingga 69 masih terbilang mudah untuk dihapalkan, mulai 70 sudah meningkat tingkat kesulitannya. 70 dalam bahasa perancis adalah soixante-dix yang didapat dari 60+10 (soixante = 60 dan dix = sepuluh). Lalu tingkat kesulitannya bertambah saat angka mencapai 80 (quatre-vingt) yang didapat dari 4X20 (quatre = 4 dan vingt = 20), kemudian itu tadi 90 (quatre-vingt-dix) yaitu 4X20+10....

Boleh mengomel, jika pembaca ingin protes silahkan saja. Entah mengapa penciptaan angka-angka bahasa perancis begitu 'njelimet', mungkin dari asal-usulnya memang orang prancis suka yang 'njelimet-njelimet' maka terciptalah cara penomoran seperti diatas tadi. Mungkin itu pulalah tetangganya, Swiss yang letak secara geografis dekat dengan perancis atau disebut Swiss romand (karena ada Swiss Allemand/German dan Swiss Itali) lebih memilih cara yang lebih mudah. Mereka menyebut 70 bukan soixante-dix tetapi 'septante' (dibaca:septong) lalu 80 disebut huitante (baca:witong) dan 90 adalah 'nonante' (baca:nonong).

Mulanya saat baru pindah dari perancis ke swiss saya terbengong-bengong juga mendengar orang menyebut septante-sept (77) yang biasanya saya dengar soixante-dix-sept. Biasanya pula jikalau angka sudah mendekati 100 saya selalu siap-siap berhitung. Coba saja yang 77 tadi, biasanya saya mulai mencerna: 60+10+7 jadinya soixante-dix-sept, nah.. paham saya. Ketika saya dengar septante-sept dan kemudian tahu equivalennya, saya bernapas lega ternyata ini jauh lebih mudah.. tidak perlu perkalian,penjumlahan seperti diSD lagi. Ini baru masalah angka yang berbeda, masih banyak bahasa 'sleng' yang hingga kini saya tidak tahu maksudnya, mungkin suami saya lebih jago kalo ditanya bahasa 'sleng' nampaknya karena sehari-harinya lebih sering dipakai dalam percakapan dikantor.