Saturday, June 18, 2005

Jumpa artis

Penulis: Srie Candrawati

Annecy, Juli 2002

Suatu hari dimusim panas tahun 2002 kami jalan-jalan ke Geneva, Switzerland. Sebetulnya ini sudah menjadi kebiasaan jika week-end kami main kesana, karena jaraknya dengan tempat tinggal kami di Perancis tidak begitu jauh. Tiap haripun suami berangkat dan pulang kerja melewati Geneva, sehingga ia sudah hafal betul rutenya istilahnya sembari merem juga sampai.

Hari itu ia mengambil cuti seminggu. Di Perancis, seorang pegawai mendapat hak cuti tahunan selama 5 minggu. Biasanya banyak yang memilih cuti di musim panas, karena bertepatan pula dengan libur panjang sekolah di akhir masa belajar-mengajar. Seingat saya sewaktu dulu bekerja di Jakarta, hak cuti tahunan seorang pegawai paling-paling 10 hingga 12 hari, kecuali cuti hamil yang bisa sampai 3 bulan. Masa cuti hamil di Perancis biasanya 4 bulan, bisa sampai 6 bulan jika melahirkan anak kedua (mungkin pemerintah memperhitungkan betapa repotnya saat-saat kelahiran bayi baru). Malah pegawai mempunyai hak meminta cuti khusus selama beberapa tahun jika ingin mengasuh sendiri anaknya hingga ia siap kembali bekerja, cuti ini disebut congé parental, namun tentu saja cuti yang ini tidak di gaji.

Hari itu kami bertiga, saya, suami dan bayi kami yg saat itu berusia 8 bulan pergi setelah makan siang dirumah. Sebelum ke Geneva, suami mampir dulu ke kantornya untuk suatu keperluan. Setibanya di Geneva, seperti kebiasaan kami mampir ke salah satu departemen store lalu minum juice disana. Setelah itu kami berjalan-jalan seputar daerah pertokoan ditengah kota, sekadar cuci mata. Saat jalan-jalan itu, saya melihat seseorang yang wajahnya mirip sekali dengan seorang artis Indonesia, sebut saja inisialnya GS. Tapi berhubung cukup lama juga kami tidak mengikuti perkembangan dunia celebrities di tanah air dan juga tidak pernah menonton TV Indonesia, maka saya sedikit ragu-ragu apa betul ini dia. Apalagi wajahnya agak sedikit berbeda dari yang saya ingat dulu, mungkin saja bukan dia, mungkin saja orang Asia yang wajahnya mirip. Iseng-iseng saya sapa dengan bahasa perancis, takut salah orang, kan berabe juga. Eh, ternyata benar! kamipun segera bertegur sapa dengan bahasa indonesia. Ternyata ia sedang berlibur ikut suaminya yang sedang ada kerjaan di Eropa. Saya menanyakan bagaimana keadaan di tanah air? yang di jawabnya sedang “panas” berhubung banyak mantan pejabat yang diadili. Saya membathin dalam hati, jika saya bertemu artis ini di tanah air, mungkin pembicaraan tidak akan seperti ini, malah mungkin saya tidak akan menegur duluan, takut dikira sok akrab. Tetapi disini rasanya sah-sah saja melakukan hal ini tanpa menjadi perhatian orang banyak.

GS ternyata baik, suaminya juga. Mereka sama sekali tidak sombong seperti yang awalnya saya ragukan. Setelah kami berpisah, suami kemudian bertanya “teman dimana Wat?” saya memandangnya keheranan “lho, teman apa? itu kan artis Indonesia GS, masak kamu nggak tahu?”. Eh, ternyata memang suami saya tidak tahu, pernah dengar namanya saja dulu tapi tidak ingat wajahnya, jadi ya maklum saja kalau dipikirnya GS itu teman SMA saya.

No comments: